17 Juli 2009

Waspada Bahaya Kebakaran

Konsleting, konsleting dan konsleting itulah yang selalu terdengar setiap ada peristiwa kebakaran yang saya dengar baik itu dimedia Elektronik atau Cetak. Musibah dapat terjadi pada siapa saja, baik itu Hutan, Rumah, Mobil, ataupun Motor. Sebelum semua itu terjadi ada baiknya mencegah sebelum terjadi. Mencegah lebih baik daripada menanggulangi kebakaran pada mobil. Terjadinya kebakaran pada mobil bisa disebabkan hal-hal sepele akibat keteledoran ataupun permasalahan teknis pada komponen mobil. Perawatan yang kurang baik dan tepat pada mobil juga bisa menjadi pemicu terjadinya kebakaran.
Umumnya kebakaran pada mobil disebabkan dari bocornya saluran bensin, terjadi hubungan arus pendek (short circuit / korslet) pada pelistrikan mobil, api rokok pada interior mobil, tabrakan dan lain-lain.


Sediakan Alat Pemadam Api Dimobil

Ada beberapa macam produk pemadam kebakaran yang dijual dipasaran salah satunya adalah jenis APAR .

Produk APAR yang beredar di pasaran umumnya ada 2 macam, yaitu yang WaterBase-Foam (air berbusa) dan Powder (bubuk).

Kelas A

Utuk kebakaran akibat bahan yang mudah terbakar seperti kertas, kayu, karton dan sebagian besar dari plastik.

Kelas B

Untuk kebakaran akibat cairan yang mudah terbakar seperti bensin, minyak tanah dan minyak pelumas.

Kelas C

Kebakaran pada peralatan listrik, seperti aplikasi, kabel, circuit breakers dan outlet.

Non-konduktif

Pada bagian belakang APAR biasanya ada gambar dari kelas atau peruntukannya.

APAR kelas A & B - Berbahan WaterBase Foam bertekanan

APAR kelas A , B & C - Berbahan Powder bertekanan

APAR kelas A , B & C - Berbahan Powder bertekanan

CARA PAKAI

Cara pakai APAR berbeda-beda tergantung pada desain produknya.
Sempatkan untuk membaca cara pakai sesaat setelah membeli produk itu, sebab jika ditunda, akan terlambat untuk membacanya saat musibah itu muncul tiba-tiba.

Ada APAR yang dioperasikan dengan cara menekan tombol bagian atas seperti menyemprot kaleng aerosol biasa.

Ada juga APAR yang dioperasikan dengan menarik klip pengunci kemudian menekan/ menarik knop-nya hingga isi APAR tersembur keluar.

SANGAT SINGKAT!

Yang perlu diingat, bahwa isi tabung yang kecil itu (sekitar 400gram) hanya menyemprot kurang lebih 10 hingga 20 detik saja.
Jadi pastikan untuk menyemprot dengan benar.

Arahkan semprotan langsung ke Pangkal Api, bukan ke lidah apinya.
Gerakkan seperti menyapu untuk memutuskan / mematikan sumber api.
Jangan terlalu dekat dengan sumber api, tetapi juga jangan terlalu jauh yang membuat semprotan menjadi tidak efektif.

Jika api tidak dapat dilumpuhkan, segera minta bantuan Pemadam Kebakaran

[ www.saft7.com - automotive tips and sharing ]

KESIMPULAN

  1. Berhati-hatilah selalu dalam bekerja
  2. Cek ulang pemasangan / instalasi pada mesin maupun pelistrikan mobil.
  3. Selalu cabut kabel accu ketika melakukan perbaikan mesin dan pelistrikan
  4. Hindari Pemasangan asesoris yg menggunakan energy listrik secara berlebihan dan selalu lengkapi dengan sikring pengaman.
  5. Periksa ulang sambungan kabel, gunakan kabel yang berkualitas dan sesuaikan ukuran kabel dengan daya yang akan digunakan.
  6. Hati-hati pada pemasangan alat tambahan (penghemat BBM, Magnet, dll) pada saluran bahan bakar, terlebih yang disertai pemotongan selang bahan bakar. Periksa juga klem dan kondisi selang bahan bakar.
  7. Periksa kembali instalasi audio yang menggunakan daya besar, mulai dari sambungan kabel hingga ukuran kabel dan ukuran sikring yang digunakan.
  8. Sediakan APAR (Alat Pemadam Api Ringan / Fire Extinguisher) di tempat yang mudah dijangkau.
  9. Membuka tutup bensin sesaat, dapat membantu menurunkan tekanan pada fuel line (jalur bahan bakar).
  10. Umumnya masa pakai APAR otomotif adalah 2-5 tahun (lihat pada kemasan)
  11. Saat membeli APAR, tanyakan pada penjual, tanggal produksinya.
  12. Umumnya APAR untuk otomotif tidak bisa di TEST, jadi sekali pakai langsung habis dan kemasannya dibuang.
  13. Selalu berdoa sebelum melakukan kegiatan apapun.
  14. Penyimpanan/Penempatan APAR tidak boleh terkena sinar matahari langsung
  15. Pada kemasan APAR umumnya tidak boleh disimpan lebih dari 55°Celcius, perlu dipikirkan lokasi penyimpanannya sebab tiap mobil berbeda konstruksinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar