17 Agustus 2009

Tol Bukan Buat Motor!

Wacana jalan tol boleh dimasuki oleh sepeda motor mengemuka ketika jembatan Suramadu dibuka oleh Presiden SBY beberapa waktu lalu. Pemerintah perlu menerbitkan Peraturan Pemerintah No. 44 tahun 2009. Dalam PP itu dinyatakan Pasal 38 Ayat 1a PP itu berbunyi, ”Jalan tol dapat dilengkapi jalur jalan tol khusus bagi kendaraan bermotor roda dua yang secara fisik terpisah dari jalur jalan tol yang diperuntukkan bagi kendaraan bermotor roda empat atau lebih”.

Sehingga bisa ditafsirkan, jalan tol bisa digunakan oleh kendaraan roda dua yang terpisah dari jalur roda 4. Pro kontra soal boleh tidaknya tol dimasuki motor terus mengemuka. Menteri Perhubungan, Jusman Syafii Djamal ketika membuka Pekan Keselamatan Transportasi Nasional, akhir Mei lalu membantah bahwa motor bisa melewati tol. “PP itu khusus untuk Suramadu,” jelasnya.
.2659tol-gunardi-dok.jpg

Jusman menilai, bahwa Suramadu itu sebenarnya bukanlah tol yang dikenal selama ini. Konsep tol yang dikenal berbeda dengan Suramadu yang berupa jembatan penghubung dari satu lokasi ke lokasi lain. Tol dimaksud merupakan jalan bebas hambatan, di mana ada jalan lain yang bisa diakses selain jalur tol.

Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesai Gunadi Sindhuwinata, menyatakan ketidaksetujuannya motor melaju di tol. Ia menilai, perilaku berkendara roda dua saat ini cenderung mengabaikan aturan yang berlaku. ”Kampanye nyala lampu di siang hari masih belum serius dijalankan,” ujarnya.

Menurutnya, motor produksi Indonesia tidak didesain untuk kecepatan tinggi. Kecepatan maksimal idealnya tidak lebih dari 60 kilometer per jam. “Padahal di jalan tol motor bisa mengembangkan kecepatan lebih dari itu. Ini tentunya bisa membahayakan pengendara itu sendiri” jelas pria ramah ini.

Sebagian bikers banyak berpendapat sebaliknya. Tentu dengan alasan motor juga punya hak untuk mendapatkan fasilitas yang sama dengan kendaraan roda empat. Mobil bisa kenapa motor tidak?

BOBOT MENENTUKAN

Dari namanya aja sudah bisa dipastikan kalau Suramadi itu jembatan. Lengkapnya lagi bisa dibilang jembatan penyebrangan. Makanya, selain mobil dan motor, kalau ada fasilitas yang disediakan, orang pun bisa memanfaatkan jembatan itu untuk menyebrang dari Surabaya ke Madura. Begitu juga sebaliknya. Ya, sama seperti jembatan penyebrangan orang yang kalau di Jakarta, jembatan itu banyak juga dilalui motor tapi gratis.

Sebenarnya Suramadu bukanlah jembatan yang dijadikan seperti tol untuk pertama kali. Ya, seperti yang diwartakan beberapa koran atau di televisi. Jembatan Raja Mandala di Cianjur, Jawa Barat merupakan yang pertama bisa dilalui kendaraan roda dua.

Motor ber-cc gede di luar negeri memang bisa masuk jalan bebas hambatan. Tentu karena cc dan bobot motor itu yang memungkinkan untuk itu. Tapi kalau bebek, sport atau skubek boleh melibas jalan tol, secara spek tentu jauh dari safety. Jangankan kena efek angin samping seperti ketika di jembatan, kena terpaan angin dari kendaraan besar seperti bus atau truk, motor dipastikan bisa oleng.

Sumber www.motorplus-online.com


14 Agustus 2009

Mengenal Ban Mobil Dan Motor

Ban adalah bagian terpenting dari sebuah kendaraan bermotor karena ban satu-satunya bagian dari kendaraan bermotor yang mempunyai kontak langsung dengan jalan. Walaupun merupakan faktor terpenting pada sebuah kendaraan bermotor, namun banyak pemilik kendaraan yang sering mengabaikannya, baik yang karena alasan ekonomi maupun keterbatasan ilmu mengenai ban yang dimiliki pengendara. Karena alasan tersebut diatas saya menulis sedikit untuk sharing kepada pengendara lain agar dalam mengemudikan kendaraannya tahu batasan yang dimiliki oleh ban yang digunakannya.

Sedikit Flashback, mungkin sudah banyak orang tahu bahwa ban (dengan bahan karet) yang sampai sekarang digunakan ditemukan oleh DUNLOP (John Boyd Dunlop) pada tahun 1888. Perkembangan ban sampai saat ini menyempurnakan hasil penemuan DUNLOP tersebut.
Struktur Ban
Struktur Ban Bias dan Ban Radial

Dari hasil pengembangan hingga saat ini struktur yang biasa digunakan oleh produsen ban adalah sbb:


.

1. Tread/Telapak Ban:
Tread/Telapak Ban adalah bagian dari ban yang kontak langsung dengan permukaaan jalan. Bahan yang digunakan tergantung dari utilitas kendaraan sehingga berpengaruh terhadap ketahanan ban, daya cengkeram dan juga dalam melakukan maneuver.
2. Steel Belts:
Menjaga kekokohan struktur ban dan juga menjaga keamanan dari benda-benda yang dapat menusuk permukaan ban.
3. Spiral Layer:
Lapisan ini berfungsi agar ban lebih tahan dan lebih mudah melakukan maneuver.
4. Shoulder:
Shoulder bagian yang paling tebal pada sebuah ban yang berfungsi melindungi ban dari guncangan maupun benda-benda berbahaya dari luar.
5. Sidewall:
Sidewall adalah bagian yang paling lentur pada sebuah ban. Faktor kenyamanan berkendara pada sebuah ban di dapat dari bagian ini.
6. Plycord:
Plycord adalah bagian utama sebuah ban yang melapisi bagian dalam pada sidewall dan juga bagian dalam telatak ban dari tekanan udara dari dalam ban, beban kendaraan dan juga goncangan dari luar.
7. Bead Filler:
Bead Filler lapisan pengisi yang membuat ban lebih tahan dan memudahkan kendaraan dalam melakukan maneuver.
8. Bead Wires:
Lapisan kawat yang berfungsi menahan ban tetap pada tempatnya pada velg/rim.
9. Chafer
Bagian yang melindungi plycord dibagian bead dari panas yang terjadi karena gesekan bagian bead dengan velg/rim.

Dari keseluruhan Struktur ban diatas yang paling banyak mempengaruhi ketahan, maneuverability dan juga factor keiritan bahan bakar adalah PLYCORD. Dari ban yang beredar sekarang struktur plycord dapat dibagi sebagai berikut:

1. Radial
Struktur lapisan Plycord pada Ban Radial dari Bead dalam Ke Bead luar saling tegak lurus.
Disamping lapisan plycord masih ada lapisan steel belts.
2. Bias
Lapisan untuk jenis ini plycord diletakkan secara diagonal secara bersilangan, tidak ada lapisan tambahan pada konstruksi Bias ini.

Diantara ban Radial dan ban Bias manakah yang lebih menguntungkan pengendara?

Secara umum ban radial lebih menguntungkan pengendara karena:
1. Lebih Safety, karena ban lebih menapak pada permukaan jalan (bisa dilihat pada grafik, video bisa dilihat di link berikut: http://www.bridgestone.co.in/tyre/tyreknowledge/tyrevideo.htm).
Karena lebih menapak pada permukaan jalan maka jarak pengeremanpun menjadi lebih pendek dan lebih cepat melakukan maneuver.


.

2. Penggunaan bahan bakar yang lebih irit


(table dari http://www.bridgestone.co.in)
.

3. Lebih kokoh karena adanya lapisan steel belts

.
.

Tube dan Tubeless

Disamping struktur plycord yang ada struktur ban juga dibagi lagi menjadi tipe yang menggunakan ban dalam (Tube Type) dan tipe yang tidak menggunakan ban dalam (Tubeless).

1. Tubeless
Ban tubeless mempunyai lapisan dalam (inner liner) yang lebih kuat dari pada ban yang menggunakan ban dalam

2. Tube Type
Tipe ban ini menggunakan ban dalam untuk dapat digunakan.

Kelebihan ban Tubeless :
1. Lebih aman. Gambar dibawah memperlihatkan kenapa ban tubeless lebih tahan bocor apabila ban terkena benda tajam

2. Lebih efisien dan ekonomis, efisien dalam konsumsi bahan bakar karena lebih ringan (tidak menggunakan ban dalam) lebih ekonomis karena tidak perlu membeli ban dalam.
3. Lebih dingin, karena tidak ada gesekan antara ban dalam dan ban luar pada saat terjadi “Rolling Resistance”

Banyak pertanyaan yang dilontarkan di milis-milis apakah aman ban yang menggunakan ban dalam dijadikan ban tubeless ataupun sebaliknya ban tubeless menggunakan ban dalam.

Mari kita bahas !:
Untuk alasan safety tidak dianjurkan ban tube dijadikan tubeless maupun ban tubeless menggunakan ban dalam.

1. Ban Tube dijadikan tubeless:
Perbedaan konstruksi ban Tube dan Tubeless bisa dilihat pada gambar berikut.

Pada gambar tersebut bisa dilihat bahwa ban tubeless mempunyai inner liner yang pada ban tube lapisan ini tidak ada sama sekali. Inner liner ini lebih membuat kaku bentuk ban sehingga walaupun ban kekurangan angin bentuk ban masih sesuai dengan bentuknya dan tetap menempel pada rim.
Apakah bisa digunakan ban tube menjadi tubeless?
Jawabannya bisa, namun untuk alasaan safety tidak dianjurkan karena jika ban kekurangan angin bisa menyebabkan kecelakaan yang fatal bagi pengendaranya.

2. Ban Tubeless menggunakan ban dalam
Karena alasan tertentu banyak juga yang menggunakan ban tubeless menggunakan ban dalam. Apakah aman?
Memang bisa ban tubeless menggunakan ban dalam, namun ini tidak dianjurkan dan tidak safety. Untuk penjelasannya bisa dilihat dalam gambar di bawah:

Pada saat kendaraan berjalan (F) ban membawa bobot kendaraan dan pengendara (W). saat pergerakan terjadi akan timbul “Rolling Resistance” (N) yang diakibatkan dari perubahan bentuk ban dan kondisi jalan yang digunakan. Semakin besar Rolling Resistance ini akan mengakibatkan panas yang lebih besar.
Hal inipun terjadi antara ban luar dan ban dalam yang digunakan, namun karena alasan ban tubeless mempunyai inner liner yang lebih kaku maka gesekan yang terjadi antara ban luar dan ban dalam lebih besar. Jika panas yang terjadi berlebihan maka ban dalam dapat meletus bisa fatal akibatnya

Kesimpulan:

Penggunaan ban tube dijadikan tubeless atau ban tubeless dengan menggunakan ban dalam jawabannya adalah bisa.
Namun penggunaan hanya dianjurkan untuk keadaan darurat, bukan untuk digunakan harian

.

Berapa ukuran ban maksimum

Ratio maksimum lebar bibir velg : lebar tapak ban dari berbagai sumber membatasi angka antara 0.5” s/d 0.58”

Contoh perhitungan :
Lebar bibir velg=1.85”
Lebar maksimum ban yang dianjurkan
= 1.85” / 0.58
= 3.189”
≈ 3.00 ~ 3.50”

Jadi Lebar ban (konversi ke satuan mm)
= 3.50” x 25.4mm
= 88.9mm
≈ 90.0mm; atau maksimum 100mm

Sebenarnya ukuran yang terlalu lebar maupun kekecilan bisa dilihat pada saat ban belum terpasang pada velg. Ban yang terlalu lebar akan terlihat lebih menggembung, sedangkan ban yang lebarnya terlalu kecil akan menyebabkan ban tidak rekat pada velg/rim

Membaca Kode Ban

1. Ukuran Ban

Ukuran ban biasa menggunakan ukuran METRIC dan ukuran INCH.

a. Ukuran Metric

80 / 90 – 17
80 = adalah lebar telapak ban dalam ukuran mm
90 = adalah prosentase tinggi ban yang dihitung dari lebar ban
Jadi tinggi ban = 120 x 90% = 72 mm
17 = Ring Velg yang digunakan

b. Ukuran Inch

275 – 17
275 = adalah lebar telapak dan tinggi ban dalam ukuran mm.
17 = Ring Velg yang digunakan

2. Tread Wear Factor

Indikator ke ausan ban. Jika ban sudah mencapai indicator ini ban sebaiknya lekas diganti

3. Tube/Tubeless

Type ban menggunakan ban dalam atau tubeless

4. Lot Number

Lot number produksi ban 2607 artinya ban diproduksi pada minggu ke 26 (2 digit pertama) pada tahun 2007 (2 digit terakhir)

5. Speed Symbol & Load Index

41P
41 = dilihat pada table pertama maksimum load yang disarankan 145kg
P = dilihat pada table 2 batas maksimum yang disarankan 150km/jam

.
Index Beban dan Kecepatan yang tertera bagi kendaraan roda dua

.

Index Beban dan Kecepatan yang tertera bagi kendaraan roda 4 atau Lebih

6. Rotation

Indikator arah berputar ban semestinya

7. Maximum Load

Maksimum load yang dianjurkan. 160kg beban maksimum dengan tekanan ban 33Psi pada kondisi dingin

.

Sumber www.saft7.com

11 Agustus 2009

Awas Kaliper Motor Hilang

Buat pemakai kendaraan motor, sekarang perlu lebih hati-hati terhadap tangan jahil. Yang bikin gemas adalah komponen yang diambil merupakan komponen penting keselamatan yaitu Caliper Rem!
Konon caliper rem ‘copotan’ banyak diminati.

Wuaduuuh… Apa iya semudah itukah?
Si tangan jahil bergerak sangat cepat, membuka baut pengikat Caliper, kemudian memotong selang rem dengan cutter.. BAH!!
Kalau melihat konstruksi pemasangan caliper pada umumnya sepeda motor, hanya dua baut saja yang mengikat caliper dengan suspensi/bracketnya.
Sayang sekali motor jenis bebek keluaran Suzuki seperti Suzuki Shogun dan Suzuki Smash menggunakan baut biasa! Sementara produk merek lain menggunakan baut jenis bintang-6.
Akibatnya hanya bermodal kunci pas atau kunci ring, dalam waktu kurang dari 2 menit dua baut itu bisa dilepas dengan mudah. Itu yang menyebabkan motor bebek tersebut sering mengalami apes hilangnya caliper rem pada saat diparkir.

.

Namun untuk motor lainnya yang menggunakan baut HEX (baut-L) maupun baut Bintang-6 jangan berbangga hati dulu…
Membanjirnya produk Hand Tools asal China ke pedagang kaki lima, memudahkan orang memperoleh kunci untuk membuka baut-HEX yang berbentuk Kunci-L (berbentuk huruf L), bahkan juga bisa ditemui kunci untuk membuka baut Bintang-6 dengan berbagai ukuran… Nah lho!!

Lantas, bagaimana solusi pencegahan dini untuk melindungi caliper dari si tangan jahil?
Paling tidak bisa membuat si tangan jahil enggan untuk mencuri caliper dari motor kita.

Berikut tips sederhananya..

Foto di bawah memperlihatkan dua baut bintang-6.
Motor pada foto tersebut adalah Suzuki Shogun 125R yang sebelumnya masih menggunakan baut biasa, kemudian diganti dengan baut bintang-6 seperti yang digunakan oleh motor-motor merek Yamaha.
Dipilih bentuk yang bulat seperti itu agar tidak mudah diputar dengan tang jepit (akan licin).
Target operasi kita adalah menambal atau menimbun lubang baut tersebut dengan lem epoxy agar baut tidak bisa dibuka dengan mudah, karena ketika epoxy mengering, akan menjadi material yang keras dan kuat.

Sediakan lem Epoxy yang banyak dijual di pasaran.
Untuk spesifikasi lem epoxy tersebut tidak harus tinggi, tidak perlu yang tahan suhu tinggi, tidak perlu yang tahan tekanan tinggi dan seterusnya.
Di supermarket harganya mungkin sekitar 5ribu hingga 10ribu rupiah saja.
Lem Epoxy terdiri dari 2 komponen.
1. EPOXY : adalah bahan utama lem tersebut.
2. HARDENER : adalah katalis untuk mengeraskan epoxy tersebut.

Mulailah dengan tube EPOXY terlebih dahulu, kemudian tube HARDENER.
Ingat, campuran 2 komponen tersebut harus dengan perbandingan yang sama persis.

Jika terlalu banyak epoxy, maka lem akan lama sekali mengering, atau bahkan tidak bisa mengeras.
Jika terlalu banyak hardener, maka lem akan terlalu cepat kering, bahkan pecah atau retak-retak.

Segera setelah campuran lem tersebut diaduk rata, tutuplah lubang baut tersebut hingga rata

Rapihkan sisa lem yang ada pada baut tersebut hingga benar-benar bersih, dengan menggunakan kain atau tissue.

Nah… beres deh..

Eitss.. sebentar dulu.

Lantas muncul pertanyaan… bagaimana untuk membongkarnya???

Untuk membongkarnya adalah dengan cara memahat epoxy tersebut dengan obeng kecil yang tajam, hingga kunci baut bintang-6 bisa masuk untuk membukanya.
Memahatnya tidaklah mudah, paling tidak butuh waktu sekitar 5 hingga 10 menit untuk satu baut.

Nah dengan modal lem epoxy, kita bisa melindungi komponen yang berharga sekitar 400ribu hingga 700ribu rupiah!

Ga ada ruginya untuk dicoba.

Semoga bermanfaat.


Sumber www.saft7.com